fbpx

(Oleh: Wawan Prasetyo, Pendidikan Ekonomi UPI – Ketua KOPMA Bumi Siliwangi UPI)

Setiap mahasiswa memiliki kewajiban untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi: Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Sebagai upaya untuk menunaikan amanah itu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (LPPM UPI) melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pencegahan dan Penanggulangan Dampak Covid-19. Program tersebut dibagi ke dalam beberapa bidang, salah satunya adalah bidang ekonomi untuk membantu para pelalku usaha yang terdampak Covid-19.

Hidup di masa penuh kecanggihan era Revolusi Industri 4.0 tentu mendorong setiap individu untuk bekerjasama dan berkolaborasi dalam upaya mencapai tujuan bersama. Hal tersebut sangat sesuai dengan sifat manusia sebagai homo social yang tidak mampu bertahan hidup tanpa bantuan orang lain.

Era digitalisasi menuntut setiap pelaku usaha membuka lapak dagangannya bukan hanya di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Mulai dari membuka toko online melalui website atau menjajakan barang dan jasanya melalui platform e-commerce mainstream masa kini seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak hingga media sosial Instagram, Whatsapp, LINE dan Twitter.

Berkomitmen untuk menanggulangi dampak Covid-19 di bidang ekonomi, program KKN kami berkomitmen membantu para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terdampak Covid-19 melalui program pembinaan dan pengembangan usaha, yaitu program inkubator bisnis yang bekerjasama dengan Koperasi Mahasiswa Bumi Siliwangi UPI dan startup Gampangjualan.ID, sebuah social commerce yang concern kepada proses go digital bagi para pelaku UMKM maupun koperasi.

Bagi kami, kerjasama merupakan aspek penting dan menjadi kebutuhan dasar dalam upaya mencapai tujuan bersama, apalagi di masa pandemic ini menjadi kesempatan untuk bangkit setelah perekonomian dipukul mundur. Pelaku UMKM menjadi target dan partner utama karena mereka merupakan mayoritas pencipta lapangan kerja di negeri ini. Sehingga upaya penciptaan alternatif yang solutif dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penciptaan lapangan kerja pula.

Program kerjasama ini berbentuk inkubator bisnis. Registrasi kegiatannya dibuka pada akhir tahun 2020 hingga akhir Januari 2021. Program pembinaan dan pengembangan (mentoring) dimulai pada awal Februari hingga akhir Maret 2021. Programnya mulai dari menanamkan entrepreneurship-mindset, set up toko online, akses permodalan, strategi usaha hingga peningkatan performa penjualan.

Program kerjasama ini dibuka dengan sharing session Instagram Live @gampangjualan.id dan @kopmabsupi sekaligus mengajak audience untuk partisipatif dalam kegiatan inkubator bisnis. Program ini ditujukan bukan hanya kepada mereka yang mempunyai bisnis, tetapi juga terbuka untuk mereka yang mempunyai ide bisnis.

Diharapkan program ini dapat memberikan kebermanfaatan dan dampak bagi pelaku UMKM untuk bangkit dari keterpurukan selama pandemic. Program ini dilanjutkan dengan bimbingan rutin mengedukasi set up toko online untuk pengembangan usahanya.

Melalui program UMKM Go Digital dan banyak milenial serta kolaborasi multipihak yang turut ambil bagian, besar harapannya kerjasama ini bersifat langgeng dan berkelanjutan.

Kami sangat menunggu kehadiran para pelaku UMKM. Bukan hanya ilmu dan pengalaman yang didapat selama pelaksanaan program inkubator, melainkan sama-sama berupaya membangun komitmen untuk membuka pintu-pintu kebaikan dan batu loncatan ke depan agar maju perekonomian bangsa ini.

 

Mari berkolaborasi, UMKM #NaikKelas

 

 

DAFTAR INKUBATOR BISNIS DISINI

Pin It on Pinterest

Share This
× Ada yang bisa dibantu?